Halaman ini sedang dimuat

Ada yang bisa kami bantu?

Temukan artikel sesuai kebutuhan Anda

Informasi Limitasi Produksi

Article author
Learning Center Mekari
  • Diperbarui

Untuk menjaga performa sistem dan akurasi proses produksi, Jurnal menerapkan beberapa batasan dalam penggunaan Bill of Material (BOM) bertingkat (multi-level BOM). Pastikan struktur BOM Anda dirancang sesuai ketentuan berikut.

  1. Maksimum kedalaman hierarki BOM hingga 3 Level

Dalam pembuatan Bill of Material menggunakan fitur produk sub-rakitan, Struktur BOM hanya dapat dibuat hingga maksimal 3 tingkat hierarki, dihitung berdasarkan hubungan produk induk dan sub-rakitan, bukan jumlah komponen.

Level ini dihitung berdasarkan hubungan induk dan sub-rakitan, bukan jumlah komponen.

Contoh:

Level 1: Meja Kerja (produk jadi)

Level 2: Kayu Papan (sub-rakitan)

Level 3: Kayu Log (sub-rakitan)

Struktur di atas sudah mencapai batas maksimum hierarki BOM.

Sub-rakitan pada level ke-3 tidak dapat memiliki BOM turunan lagi.

  1. Maksimum Komponen per Level hingga 30 Produk

Dalam pembuatan Bill of Material, terdapat batas maksimal jumlah komponen atau baris (line items) yang dapat ditambahkan dalam satu BOM pada level yang sama yaitu hingga maksimal 30 produk.

  1. Maksimum Penggunaan Satu Komponen sebagai bagian dari Induk BOM hingga 10 BOM Induk

Dalam pembuatan Bill of Material, terdapat batas maksimal penggunaan satu komponen atau sub-rakitan sebagai bagian dari BOM induk yang berbeda, yaitu hingga maksimal 10 BOM induk.

Contohnya, kayu papan dapat digunakan dalam BOM meja kerja, lemari, dan produk lainnya, namun total penggunaannya tidak boleh melebihi 10 BOM induk.

  1. Maksimum Sub-Rakitan per Level BOM hingga 7 Produk

Dalam pembuatan Bill of Material, terdapat batas maksimal jumlah komponen dalam satu level BOM yang dapat ditetapkan sebagai produk sub-rakitan dan memiliki struktur BOM turunan, yaitu hingga maksimal 7 produk.

Sebagai contoh, apabila dalam satu level BOM terdapat 30 komponen, maka hanya 7 komponen yang dapat ditandai sebagai sub-rakitan (misalnya kayu papan) dan memiliki proses produksi lanjutan di bawahnya, sedangkan komponen lainnya hanya dapat digunakan sebagai komponen biasa tanpa sub-rakitan.

Bagikan artikel ini

Punya saran dan komentar untuk artikel ini?

Bantu kami meningkatkan kualitas dari guidebook kami dengan mengisi form