Halaman ini sedang dimuat

Panduan pengguna Mekari Jurnal

Temukan artikel panduan sesuai kebutuhan Anda

Bagaimana Cara Membuat Perintah Kerja Penyusunan pada Menu Produksi

Article author
Learning Center Mekari
  • Diperbarui

Setelah membuat formula produksi, Anda dapat melanjutkan pembuatan rencana produksi melalui fitur Perintah kerja. Berikut langkah-langkahnya.

A. Cara Membuat Perintah Kerja

  1. Untuk membuat perintah kerja, Anda dapat tombol “Tindakan” lalu pilih Buat perintah kerja.

  2. Anda akan diarahkan ke formulir Perintah kerja.

    Keterangan:
    No Kolom Penjelasan
    1 No. perintah kerja Akan diisi nomor perintah kerja secara otomatis.
    2 Nama BOM Pilih nama BOM yang sudah Anda buat sebelumnya.
    3 Target penyelesaiian Pilih tanggal penyelesaiian dari perintah kerja tersebut.
    4 Pemetaan akun persediaan

    Pilih akun persediaan yang Anda inginkan.

    Pemetaan akun persediaan yang dipilih pada surat perintah kerja akan menjadi lawan akun pada penyesuaian stok.

    5 Lacak perutean (routing) Anda dapat memilih Ya, jika ingin melacak perutean atau pilih Tidak, jika tidak ingin melacak perutean.
    6 Qty diproduksi

    Masukkan jumlah BOM yang akan diproduksi.

    - Apabila qty diproduksi diubah, maka seluruh jumlah qty komponen produk dan hasil produksi pada form perintah kerja juga akan menyesuaikan.

  3. Setelah memilih Nama BoM, data akan otomatis terisi, namun perlu melengkapi data Nama gudang. Anda juga dapat mengubah kuantitas bahan ataupun menambah biaya akun lainnya.
  4. Ketika Anda memilih untuk mengaktifkan pelacakan, maka sistem akan menarik data perutean dari BoM yang dipilih. Namun, Anda masih dapat menambahkan proses produksi yang sudah ditarik.
  5. Lalu, total biaya produksi akan otomatis diperbarui.
  6. Pada bagian ini, data akan otomatis terisi ketika Anda memilih BoM, namun perlu melengkapi data Nama gudang. Anda juga dapat mengubah kuantitas bahan ataupun menambah biaya akun lainnya.
  7. Apabila semua data sudah dipastikan benar, Anda dapat menyimpan penyusunan (Assembly) produksi tersebut dengan klik “Simpan”. Anda juga dapat melihat data penyusunan yang sudah tersimpan. Anda dapat mengaksesnya pada menu Produk di Jurnal.

    Jika Anda tidak mengaktifkan lacak perutean, maka ketika tersimpan, sistem akan melakukan penyesuaian stok pada komponen produk dan hasil produksi yang sudah dibuat.

  8. Maka perintah kerja Anda sudah berhasil terbuat.
  9. Anda dapat klik tombol “Tindakan” pada halaman Daftar perintah kerja dan pilih Cetak untuk mencetak perintah kerja.

B. Cara Melihat Detail Perintah Kerja dan Pelacakan Perutean

  1. Untuk melihat detail perintah kerja yang telah dibuat, Anda dapat membuka halaman Daftar perintah kerja dan mengklik salah satu perintah kerja yang dibuat.
  2. Maka detail perintah kerja akan terlihat seperti ini. Jika Anda mengaktifkan Lacak perutean (routing), maka Anda dapat klik “Mulai penyusunan”.
  3. Dan klik “Lacak perutean”.
  4. Maka pelacakan perutean akan terlihat seperti ini. Jika proses kerja sudah dimulai, Anda dapat klik “Mulai penyusunan” pada card yang diinginkan.
  5. Dan proses akan berpindah ke kolom berikutnya. Jika seluruh proses sudah selesai, Anda dapat klik “Selesaikan penyusunan”.
  6. Akan muncul pop up konfirmasi dan klik “Konfirmasikan”.
  7. Selanjutnya, klik “Simpan perutean” untuk menyimpan perubahan. Anda juga dapat membatalkannya dengan klik “Batalkan seluruh proses”.

    Pembatalan hanya dapat dilakukan pada jika posisi card berada di bagian Belum dimulai. Jadi, Anda perlu melakukan pembatalan pada card terlebih dahulu.

  8. Akan muncul pop up konfirmasi lalu, klik “Konfirmasikan” atau Anda juga dapat klik “Sesuaikan perintah kerja” jika ingin mengubah perintah kerja.
  9. Maka status perintah kerja akan berubah menjadi Selesai.
Bagikan artikel ini

Punya saran dan komentar untuk artikel ini?

Bantu kami meningkatkan kualitas dari guidebook kami dengan mengisi form